Liverpool Rawan Di-KO Musuhnya

Liverpool Rawan Di-KO Musuhnya

PREMIER LEAGUE – Joey Barton menilai Liverpool mirip dengan petinju Amir Khan. Hal tersebut terjadi karena The Reds dianggap memiliki serangan yang indah namun rawan dikalahkan seperti halnya sang petinju.

Liverpool memang sekarang ini sedang menjalani peforma yang kurang bagus setelah mereka terakhir kali berhasil menang saat lawan Arsenal dengan skor 4-0 di laga Liga Premier Inggris bulan Agustus lalu. Dari tujuh laga terakhir yang telah mereka jalani di semua kompetisi Si Merah hanya berhasil meraih satu kemenangan, dua hasil seri, dan empat kali kekalahan.

Di laga terakhir di ajang Liga Premier Inggris, tim besutan Jurgen Klopp tersebut harus meraih hasil imbang dengan skor akhir 1-1 oleh Newcastle United. Padahal di pertandingan tersebut tercatat The Reds berhasil bermain lebih dominan dan mencatatkan 68 persen penguasaan bola dengan 17 kali tembakan yang dibuat. Namun di antara itu semua hanya dua peluang saja yang berhasil mengarah ke sasaran.

Apa yang kemudian ditunjukan oleh Liverpool kemudian membuat Joey Barton teringat dengan petinju bernama Amir Khan yang merupakan seorang petinju kelas Welter dari Bolton, Inggris. The Reds dianggap sangat handal dalam bermain menyerang namun sangat rapuh ketika bertahan seperti halnya sang petinju.

“Liverpool bermain begitu Chinny atau memiliki dagu yang lemah sehingga mudah membuatnya diincar lawan, jika menggunakan istilah dalam olahraga tinju. Mereka melontarkan serangkaian pukulan keras. Mereka juga suka bermain menyerang. Mereka mengingatkan saya dengan Amir Khan. Mereka mudah diserang dan kemudian dikalahkan KO” tutur Joey Barton.

Chinny sendiri merupakan sebutan untuk seorang petinju yang memiliki dagu atau rahang yang lemah. Biasanya petinju yang seperti itu kerap mudah jatuh jika dagunya dihantam dengan keras oleh lawannya. Dalam karir tinju sendiri Amir Khan tercatat sudah menelan kekalahan KO sebanyak tiga kali. Kekalahan tercepat bahkan terjadi dalam waktu tempo 30 detik saja di tahun 2008 silam ketika sang petinju bermain melawan Breidis Preiscott setelah rahangnya mendapatkan pukulan yang cukup keras di atas ring tinju.